Rabu, 17 Juli 2019

VCI JABAR BATCH 5

Guru Milenial Menyongsong Era Revolusi Industri

VCI BATCH 5 JABAR

REVOLUSI INDUSTRI 4.0
Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot.
Dunia saat ini memang tengah mencermati revolusi industri 4.0 ini secara saksama. Berjuta peluang ada di situ, tapi di sisi lain terdapat berjuta tantangan yang harus dihadapi.
Apa sesungguhnya revolusi industri 4.0? Prof. Klaus Martin Schwab, teknisi dan ekonom Jerman, yang juga pendiri dan Executive Chairman World Economic Forum, yang pertama kali memperkenalkannya. Dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution (2017), ia menyebutkan bahwa saat ini kita berada pada awal sebuah revolusi yang secara fundamental mengubah cara hidup, bekerja dan berhubungan satu sama lain.

Perubahan itu sangat dramatis dan terjadi pada kecepatan eksponensial. Perubahan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan di banding era revolusi industri sebelumnya. Pada revolusi Industri 1.0, tumbuhnya mekanisasi dan energi berbasis uap dan air menjadi penanda.

Tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin. Mesin uap pada abad ke-18 adalah salah satu pencapaian tertinggi. Revolusi 1.0 ini bisa meningkatkan perekonomian yang luar biasa. Sepanjang dua abad setelah revolusi industri pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat enam kali lipat.
Revolusi Industri 2.0 perubahannya ditandai dengan berkembangnya energi listrik dan motor penggerak. Manufaktur dan produksi massal terjadi. Pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang menjadi contoh pencapaian tertinggi.
Perubahan cukup cepat terjadi pada revolusi Industri 3.0. Ditandai dengan tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi, serta otomatisasi. Teknologi digital dan internet mulai dikenal pada akhir era ini. Revolusi Industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya Internet of/for Things, kehadirannya begitu cepat. (https://www.maxmanroe.com/revolusi-industri-4-0.html)
FAKTA-FAKTA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
1. Pada 2020, perusahaan industri Eropa akan berinvestasi 140 miliar euro setiap tahun dalam solusi internet Industri.
Selama lima tahun ke depan, perusahaan industri yang berada di eropa, rata-rata diprediksi akan mengalokasikan 3,3% dari pendapatan tahunan mereka kebutuhan solusi internet (digital)  untuk Industri.
Jika di total dari semua perusahaan biaya yang dikeluarkan setara dengan hampir 50% dari investasi modal baru yang direncanakan. Jumlahnya dalam setahunan pun bisa mencapai lebih dari 140 miliar euro.
Solusi internet ini bermacam-macam mulai dari internet of things (IoT),artificial intelligence (AI), dan berbagai teknologi internet untuk industri.

2. Dalam Lima tahun kedepan, lebih dari 80% perusahaan akan mendigitalkan seluruh bisnis prosesnya.
25 % dari perusahan yang di survey oleh PWC telah melakukan digitalisasi tahapan tingkat tinggi dalam bisnis prosesnya.
Perusahaan yang di survey juga mengharapkan bahwa penerapan digitalisasi pada bisnisnya bisa mencampai 86% secara horisontal (dari semua devisi atau unit) dan 80% secara vertikal (dari jenjang bawah sampai atas).
Perusahaan di eropa aka diprediksi memiliki tingkat digitalisasi yang tinggi pada tahun 2020 dan akan terintegrasi secara erat.

3. Revolusi industri 4.0 meningkatkan produktivitas dan peningkatkan efisiensi 18% dalam lima tahun.
Sektor industri diharuskan memproduksi bahan mentah dan energi yang lebih sedikit.
Revolusi industri 4.0 memungkinkan produktivitas dan efisiensi sumber daya yang lebih tinggi
dan dengan demikian menciptakan kondisi untuk produksi yang berkelanjutan dan efisien.
Perusahaan yang disurvei oleh PWC memprediksi mengalami peningkatan efisiensi rata-rata 3,3% per tahun di semua sektor karena digitalisasi rantai nilai. Jumlah ini adalah total 18% dalam lima tahun ke depan.
Para perusahan mengharapkan penghematan tahunan sebesar 2,6% sehubungan dengan pengurangan biaya operasionalnya.
Era revolusi industry telah di mulai. Kita, yang sebagai pelaku usaha sejak awal harus mulai mempertimbangkan revolusi ini. Era tersebut akan ditandai dengan penggunaan teknologi internet dan digital secara besar-besaran di perusahaan besar.
Tidak menutup kemungkinan pada bisnis sekalah yang lebih kecil, pada sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Maka itu untuk pelaku UMKM bisa menyiapkan kebutuhan teknologi untuk business continuity. (https://www.jagoanhosting.com/blog/5-fakta-tentang-revolusi-industri-4-0/)
PERAN GURU di ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen DTK), Supriano mengatakan, pada era revolusi Industri 4.0 peran guru tak tergantikan. Namun diperlukan guru profesional yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang cepat. "Guru harus bisa memanfaatkan itu untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan. 

Ini agar dapat mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan kompetensi global," kata Supriano dalam laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Supriono mengatakan itu saat membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2018, di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta (26/11/2018). 

Lebih lanjut, dia menambahkan, meskipun teknologi informasi berkembang demikian cepat dan sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh, peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut. “Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian,” jelas Supriano.| 

Saat ini, kata dia, kurang bijak rasanya jika hanya menyalahkan dahsyatnya perkembangan teknologi informasi. Kita juga harus mampu mengarahkannya menjadi potensi positif alih-alih terkena dampak negatifnya. Terlebih pada 2019 yang akan datang, penetrasi revolusi industri 4.0 akan masuk semakin dalam ke berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Oleh sebab itu,peningkatan profesionalisme guru menjadi penting. (https://edukasi.kompas.com/read/2018/11/28/17550091/di-era-revolusi-industri-40-peran-guru-tak-tergantikan-tapi.

BANYAK HILANGNYA HARDSKILL TANTANGAN BAGI GURU
Pada 2016, Forum Ekonomi Dunia memprediksi sepanjang 2015-2020  akan ada 5,1 juta sampai 7,1 juta orang kehilangan pekerjaan akibat digantikan robot di seluruh dunia. Penyebabnya tak lain adalah disrupsi besar-besaran sebagai akibat munculnya teknologi digital. 

Revolusi industri generasi keempat ditandai dengan kemunculan super komputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak. Lalu bagaimanakah persiapan para guru dan tenaga kependidikan menghadapi semangat zaman tersebut?

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berpesan agar para guru memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan terus mengembangkan kompetensi.

“Tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya. Termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak serta sebagai inspirator bagi anak didiknya,” tutur Mendikbud Muhadjir Effendy.
“Hal tersebut tentu tidak akan dapat diwujudkan jika para guru berhenti belajar dan mengembangkan diri,” imbuhnya.

Akan   tetapi,   walaupun   teknologi   informasi   berkembang   demikian   cepat   dan sumber­sumber belajar begitu mudah diperoleh, peran guru sebagai pendidik tidak tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut. Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi setiap peserta didik. Oleh sebab itu, profesi guru sangat lekat dengan integritas dan kepribadian; guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya. Tugas guru sebagai pendidik adalah menanamkan nilai-nilai dasar pengembangan karakter peserta didik dalam kehidupannya, termasuk dalam pemanfaatan kemajuan teknologi informasi secara bijak serta sebagai inspirator bagi anak didiknya. Guru hendaknya tidak sekadar menyalahkan dahsyatnya perkembangan teknologi informasi, melainkan mampu mengarahkan potensi positif kemajuan tersebut.

Sementara itu Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen GTK Kemdikbud) Supriano menyatakan sektor pendidikan harus mengantisipasi perkembangan zaman. Para peserta didik harus disiapkan menghadapi perubahan drastis di dunia kerja. Untuk para tenaga pendidik, Supriano percaya bahwa para guru akan tetap berperan dalam ranah edukasi.

 “Kehadiran guru bakal tetap langgeng meskipun era digital terus berkembang secara eksponensial. Guru tetap bakal ada, tidak bisa diganti robot. Sampai kapan pun tetap dibutuhkan,” ujar Supriano. (https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/peran-guru-pada-era-revolusi-industri-40)


CISCO WEBEX HADIR UNTUK INDONESIA
Di era digital bekerja dapat dilakukan dimana pun dan kapan pun. Sehingga dengan perkembangan terbaru dalam layanan mobilitas dan lokasi saat ini, pekerja tidak lagi terikat pada ruang fisik.

Untuk memfasilitasi hal itu diperlukan teknologi yang membantu saat tidak ada ditempat atau berada di luar kantor.
Seperti solusi yang dikenalkan Cisco, yakni Cisco Webex. Marina Kacaribu, Country Managing Director, Cisco System Indonesia menjelaskan, Cisco Webex memungkinkan pengguna untuk bertemu secara online, berkolaborasi dan berbagi konten.
Cisco Webex memberikan terobosan besar di dalam perusahaan dengan menggunakan Webex meetings akan banyak menekan biaya Akomodasi terutama waktu.
“Meeting akan menjadi lebih produktif, jauh lebih Efisien dan akan lebih mobile Anda hanya tinggal mengirimkan undangan melalui email ke beberapa kolega ataupun Client untuk dapat bergabung melakukan meeting,”tutur Marina, di Jakarta (17/07/18).
Dikatakan Marina untuk melakukan metting, Cisco Webex dapat mengundang 25 partisipan per pertemuan dengan menawarkan kualitas Video High Definition.
Cisco Webex merupakan alat komunikasi Video Conference berbasis interface web yang memungkinkan komunikasi berjalan dengan menggunakan perangkat personal dan mobile seperti Smartphone, PC, Laptop, Notebook, dan PC tablet selama masih ada dalam jangkauan jaringan internet.
Cisco Webex menurut Marina hadir dengan beberapa fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, selain Webex meetings, yaitu Webex team dan Webex Calling.
Dikatakan Marina, semuanya hadir dalam Cisco WebEx Cloud yang menawarkan privasi data yang aman dan juga koneksi yang terenkripsi dengan kontrol kebijakan ketat. Hal tersebut diperlukan untuk menjamin sistem Video Conference ini dapat berlangsung sebagai mana mestinya.
“Dengan Cisco Webex, meeting bisa Face to face kemudian apat berbagi presentasi di layar Anda, Multi media dan presentasi dapat dibagi hanya dengan menggunakan satu sentuhan tombol, dan didukung oleh sisstem Keamanan Cisco Cross Platform,”pungkas Marina.(https://selular.id/2018/07/cisco-kenalkan-webex-video-conference-untuk-semua-platforn/)
VCI BATCH 5 JABAR
Sejalan dengan kebutuhan dan tatanggan di masa mendatang. Seamolec bersama dengan Seamo dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam hal ini Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan peluang kepada guru-guru di Jawa Barat untuk mengikuti Virtual Coordinating Training.
Kegiatan yang sudah memasuki Batch 5 ini telah menghasilkankan ratusan guru yang terampil mengelola pembelajaran dengan Webex. Materi pembelajaran dengan menggunakan video mudah dicerna oleh para peserta, sehingga memunculkan tangtangan bagi peserta untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Materi yang di dapatkan peserta bisa jadi adalah materi yang sudah dikenal namun sentuhan modifikasi tampak menjadi pembeda bahwa materi yang di dapat para peserta tergolong milenial dan sangat bermanfaat dan mnyenangkan bila berkolaborasi dengan peserta didik. Adapun materi yang di dapat pada pelatihan VCI adalah sebagai berikut:
Mengelola Room Meeting
Cisco Webex adalah salah satu aplikasi buatan Cisco yang memungkinkan pengguna untuk bertemu secara online, berkolaborasi dan berbagi konten. Sangat mungkin untuk menekan biaya karena dengan teleconfrence ala webex ini Meeting akan menjadi lebih produktif, jauh lebih Efisien dan akan lebih mobile, hanya tinggal mengirimkan undangan melalui email ke beberapa kolega ataupun Client untuk dapat bergabung melakukan meeting. Untuk guru jelas sangat membantu karena dapat dilakukan dimana saja dan kondisi kapanpun selagi terkoneksi ke Internet meeting atau pembelajaran dapat dilaksanankan.berikut di bawah ini link video untuk mengelola webex meeting:
http://gg.gg/membuatroomwebex
http://gg.gg/membuatakunwebex
http://gg.gg/jadwalmeeting
dan masih banyak link lainnya dapat kita cari di you tube maupun di link video nya yang bertebaran berkaitan dengan cara mengelola webex meeting.
penelis sangat berkeinginan untuk melanjutkan kembali namun ditulisan ini sengaja saya penggal dan tulisan akan berlanjut fokus kepada materi materi yang disampaikan dalam pertemuan selanjutnya diantaranya yaitu:
  1. Disposible email
  2. membuat presensi dengan G-form
  3. Membuat Digital Flayer di berbagai Flatform
  4. membuat Narasi untuk meeting
  5. merekam video dengan camtasia 
  6. upload to you tube    
Diarena pelatihan bersama dengan lainya tak kalah sengitnya kita mendapat ilmu baru. untuk itu segeralah untuk mendaftar: